
Belakangan ini, warganet ramai memperbincangkan mengenai konsumsi kimpul, sejenis umbi-umbian yang populer di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, seorang dokter memberikan imbauan khusus bagi beberapa kelompok orang untuk membatasi asupan kimpul dalam menu harian mereka.
Menurut penjelasan sang dokter, kimpul memang memiliki kandungan gizi yang baik, seperti karbohidrat kompleks dan serat. Namun, tidak semua orang bisa mengonsumsinya secara bebas. Kelompok yang disarankan untuk berhati-hati adalah mereka yang memiliki gangguan pencernaan tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit radang usus.
Selain itu, penderita diabetes juga perlu memperhatikan porsi konsumsi kimpul. Meskipun indeks glikemiknya tergolong rendah, tetap saja konsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar gula darah. Dokter menekankan pentingnya mengolah kimpul dengan cara yang tepat, misalnya direbus atau dikukus, tanpa tambahan gula atau santan berlebihan.
Bagi masyarakat yang sehat, kimpul tetap aman dikonsumsi asalkan dalam jumlah wajar dan sebagai bagian dari pola makan seimbang. Pesan utama dari dokter adalah untuk selalu berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter jika memiliki kondisi kesehatan khusus sebelum menambahkan makanan baru ke dalam diet harian.