
Seorang ibu rumah tangga (IRT) dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di sebuah perlintasan. Kejadian nahas tersebut terjadi pada hari yang sama saat korban diduga mengalami pusing.
Menurut keterangan dari pihak berwenang, peristiwa tragis ini berlangsung di sebuah perlintasan kereta api yang tidak dijaga. Korban yang sedang melintas tiba-tiba terjatuh dan tidak dapat menyelamatkan diri saat kereta melaju kencang.
Petugas dari kepolisian setempat yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum.
Keluarga korban yang datang ke lokasi tak kuasa menahan tangis. Mereka mengaku bahwa korban sebelumnya memang sering mengeluhkan pusing dan tekanan darah tinggi. Namun, mereka tidak menyangka kejadian ini akan berakhir tragis.
Pihak kereta api mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama di jalur yang tidak dijaga. Pastikan untuk melihat kanan dan kiri sebelum menyeberang, serta jangan menggunakan telepon seluler atau perangkat lain yang dapat mengalihkan perhatian.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Mereka akan memeriksa saksi-saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.