
Pemerintah Kota Sawahlunto menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Otak M.Hatta Bukittinggi dalam upaya meningkatkan pemahaman warga mengenai penyakit stroke. Langkah ini diambil untuk menekan angka kejadian stroke serta mempercepat penanganan bagi penderitanya.
Melalui program edukasi yang digelar secara rutin, masyarakat diajak mengenali gejala awal stroke, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan sehari-hari. Kerja sama ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa stroke bukanlah penyakit yang tidak bisa diantisipasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menyebarluaskan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dicerna. “Kami ingin masyarakat tidak lagi menganggap stroke sebagai takdir, melainkan sebagai kondisi yang bisa dicegah dan ditangani dengan tepat,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Sementara itu, perwakilan dari RS Otak M.Hatta Bukittinggi menambahkan bahwa edukasi ini juga mencakup tata cara pertolongan pertama pada pasien stroke. “Waktu sangat krusial. Makin cepat ditangani, makin kecil risiko kecacatan permanen,” jelasnya.
Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang mengaku baru memahami pentingnya mengenali gejala seperti senyum tidak simetris, gerak separuh tubuh melemah, dan bicara pelo. Dengan pengetahuan ini, mereka berharap bisa lebih waspada dan sigap jika menemui kasus stroke di lingkungan sekitar.
Ke depan, Pemkot Sawahlunto berencana memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat kelurahan dan posyandu. Tak hanya itu, pelatihan bagi kader kesehatan juga akan ditingkatkan agar informasi tentang stroke bisa tersebar lebih merata.