
Jakarta, Obat.id – Sejumlah pihak menyoroti keseriusan pemerintah dalam menangani wabah penyakit darah yang menyerang tanaman pisang di berbagai daerah. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum ini dikhawatirkan mengancam produksi pisang nasional dan kesejahteraan petani.
Penyakit darah pada pisang ditandai dengan layu pada daun, perubahan warna pada pembuluh, serta munculnya cairan berwarna kecokelatan saat batang dipotong. Penyakit ini sangat cepat menular melalui alat pertanian, tanah, dan air, sehingga sulit dikendalikan jika tidak ditangani sejak dini.
Menurut para pengamat pertanian, pemerintah dinilai belum menunjukkan langkah konkret yang memadai. Beberapa petani mengeluhkan minimnya sosialisasi dan bantuan teknis untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Mereka juga membutuhkan akses ke bibit unggul yang tahan penyakit serta pelatihan tentang cara pengelolaan lahan yang benar.
Para ahli merekomendasikan agar pemerintah memperkuat sistem surveilans dan karantina, serta mengalokasikan anggaran khusus untuk penelitian dan pengembangan varietas pisang yang resisten. Selain itu, perlu ada kerjasama yang erat antara dinas pertanian, akademisi, dan petani untuk mengatasi masalah ini secara terpadu.
Jika tidak segera ditangani, penyakit darah pisang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar dan mengancam ketahanan pangan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen nyata dari semua pihak untuk menyelamatkan komoditas pisang Indonesia.