Anggota DPRD Jatim Minta Pemerintah Provinsi Segera Tangani Antrean Panjang Operasi Tumor Otak

Home blog Anggota DPRD Jatim Minta Pemerintah Provinsi Segera Tangani Antrean Panjang Operasi Tumor Otak
Anggota DPRD Jatim Minta Pemerintah Provinsi Segera Tangani Antrean Panjang Operasi Tumor Otak
Anggota DPRD Jatim Minta Pemerintah Provinsi Segera Tangani Antrean Panjang Operasi Tumor Otak

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Suli Da’im, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi antrean panjang operasi tumor otak yang terjadi di rumah sakit umum daerah (RSUD) milik pemerintah provinsi.

Desakan ini disampaikan Suli Da’im menyusul banyaknya pasien yang harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan tindakan operasi. Hal ini tentu saja sangat meresahkan, mengingat tumor otak merupakan kondisi medis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Dalam pernyataannya, Suli Da’im menekankan bahwa ketersediaan fasilitas dan sumber daya manusia di bidang bedah saraf menjadi kunci utama dalam memangkas waktu tunggu pasien. Ia meminta agar Pemprov Jatim segera mengevaluasi kapasitas layanan dan jika perlu, menambah tenaga medis spesialis serta peralatan yang memadai.

Antrean yang panjang ini, menurutnya, tidak hanya menimbulkan penderitaan fisik bagi pasien, tetapi juga beban psikologis bagi keluarga. Banyak keluarga yang merasa cemas dan khawatir karena harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kepastian tindakan medis.

Suli Da’im berharap langkah cepat dan nyata dari Pemprov Jatim, seperti membuka kelas operasi tambahan, bekerja sama dengan rumah sakit lain, atau bahkan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang memiliki kapasitas lebih, dapat segera dilakukan. Ia menegaskan bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan tidak boleh ada pasien yang terlantar hanya karena keterbatasan administrasi atau kapasitas.

Sebagai informasi, tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam otak yang dapat mengganggu fungsi normal otak. Penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal, sehingga percepatan akses layanan kesehatan menjadi sangat penting.