
Seorang dokter naturopati baru-baru ini memberikan klarifikasi mengenai kekhawatiran yang berkembang di masyarakat tentang hubungan antara konsumsi whey protein dan risiko terbentuknya batu ginjal. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap anggapan yang beredar luas bahwa suplemen protein ini dapat memicu gangguan ginjal.
Menurut sang ahli, whey protein sebenarnya tidak secara langsung menjadi penyebab utama terbentuknya batu ginjal. Ia menjelaskan bahwa masalah tersebut lebih sering dipicu oleh faktor-faktor lain seperti asupan cairan yang tidak memadai, pola makan tinggi oksalat, atau kondisi medis tertentu yang sudah ada sebelumnya. Dengan kata lain, mengonsumsi whey protein dalam jumlah wajar dan diimbangi dengan hidrasi yang cukup tidak akan serta-merta membahayakan kesehatan ginjal.
Lebih lanjut, dokter naturopati tersebut menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk tidak mudah mempercayai mitos yang belum tentu benar secara ilmiah. Ia menyarankan agar setiap individu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen apa pun, termasuk whey protein, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau gangguan metabolik.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak serta-merta menghindari konsumsi whey protein tanpa dasar yang kuat. Tetap utamakan pola hidup sehat dan konsultasikan segala hal terkait kesehatan Anda dengan ahlinya.