
Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Stroke di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menuai penolakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Penolakan ini terutama didasari oleh kekhawatiran terhadap sumber pendanaan yang direncanakan menggunakan dana pinjaman.
Alasan Penolakan DPRD Babel
Ketua DPRD Babel, Herman, menyatakan bahwa pihaknya tidak setuju jika pembangunan RS Jantung dan Stroke dibiayai melalui mekanisme pinjaman daerah. Menurutnya, beban utang yang akan ditanggung oleh pemerintah daerah dan masyarakat di masa mendatang menjadi pertimbangan utama.
“Kami khawatir jika menggunakan dana pinjaman, akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk jangka panjang. Lebih baik mencari alternatif pendanaan lain yang tidak memberatkan,” ujar Herman.
Alternatif Pendanaan yang Diusulkan
DPRD Babel mengusulkan agar pemerintah daerah mencari sumber pendanaan lain, seperti:
- Mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada
- Menggandeng pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
- Mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat
Pentingnya RS Jantung dan Stroke bagi Masyarakat Babel
Meskipun menolak penggunaan dana pinjaman, DPRD Babel tetap mendukung penuh pembangunan RS Jantung dan Stroke. Fasilitas kesehatan ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Babel, terutama dalam penanganan penyakit jantung dan stroke yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.
Saat ini, pasien dengan penyakit jantung dan stroke dari Babel seringkali harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, seperti di Palembang atau Jakarta, yang membutuhkan biaya dan waktu lebih besar. Dengan adanya RS Jantung dan Stroke di Babel, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan terjangkau.
DPRD Babel berharap pemerintah daerah dapat segera menemukan solusi pendanaan yang tepat agar pembangunan RS Jantung dan Stroke dapat segera terealisasi tanpa membebani keuangan daerah.