
Para pengusaha kecil dan menengah (UMKM) keripik tempe di Malang, Jawa Timur, tengah dilanda kebingungan. Kondisi nilai tukar rupiah yang semakin lemah terhadap dolar Amerika Serikat membuat harga bahan baku produksi meroket, sehingga mereka kesulitan untuk mempertahankan margin keuntungan.
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Bahan Pokok
Melemahnya nilai rupiah secara langsung berdampak pada kenaikan harga kedelai impor, yang merupakan bahan baku utama pembuatan tempe. Selain itu, minyak goreng dan tepung juga ikut terpengaruh oleh fluktuasi mata uang asing. Akibatnya, biaya produksi untuk satu bungkus keripik tempe kini meningkat drastis.
Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi
Untuk tetap bisa beroperasi, sejumlah perajin keripik tempe terpaksa mengurangi ukuran kemasan atau menaikkan harga jual. Namun, langkah ini tidak mudah karena daya beli masyarakat juga sedang lemah. Beberapa pengusaha memilih untuk menekan biaya operasional lainnya, seperti mengurangi jumlah tenaga kerja harian.
- Kenaikan harga kedelai impor akibat pelemahan rupiah.
- Pengurangan ukuran kemasan sebagai strategi menjaga harga jual.
- Penyesuaian margin keuntungan yang semakin tipis.
Meskipun menghadapi situasi yang sulit, para pelaku UMKM tetap berusaha untuk bertahan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah stabilisasi harga dan nilai tukar agar usaha kecil seperti mereka tidak semakin terpuruk.