
Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan karena dapat menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian. Namun, dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko morbiditas dan mortalitas akibat stroke bisa ditekan secara signifikan. Kuncinya ada pada deteksi dini dan tindakan segera membawa pasien ke rumah sakit.
Mengapa Waktu Sangat Krusial?
Setiap menit yang berlalu setelah serangan stroke, jutaan sel otak bisa mati. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk menyelamatkan fungsi otak dan mencegah kerusakan permanen. Prinsip ‘Time is Brain’ menjadi pegangan utama dalam penanganan stroke.
Metode SEGERA KE RS: Langkah Tepat Tangani Stroke
Untuk memudahkan masyarakat mengenali gejala stroke dan bertindak cepat, dikembangkanlah metode SEGERA KE RS. Metode ini merupakan akronim yang mudah diingat dan bisa diterapkan oleh siapa saja saat menemukan seseorang yang diduga mengalami stroke.
- Senyum: Minta pasien tersenyum. Apakah mulut tampak mencong atau tidak simetris?
- E : Minta pasien mengangkat kedua tangan. Apakah salah satu sisi tubuh terasa lemah atau tidak bisa digerakkan?
- GErakan: Minta pasien mengucapkan kalimat sederhana. Apakah bicaranya pelo atau tidak jelas?
- RAsa: Tanyakan apakah pasien mengalami sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba, atau sensasi pusing berputar.
- KE : Minta pasien berjalan. Apakah langkahnya tidak stabil atau kesulitan menjaga keseimbangan?
- RS : Segera bawa pasien ke Rumah Sakit terdekat yang memiliki fasilitas penanganan stroke.
Penanganan di Rumah Sakit: Golden Period
Setelah tiba di rumah sakit, tim medis akan segera melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis stroke. Penanganan yang diberikan sangat bergantung pada jenis stroke, apakah iskemik (penyumbatan) atau hemoragik (perdarahan). Pada stroke iskemik, pemberian obat penghancur bekuan darah (trombolitik) harus dilakukan dalam waktu 4,5 jam sejak gejala muncul. Inilah yang disebut sebagai ‘golden period’ atau waktu emas.
Upaya Menurunkan Morbiditas dan Mortalitas
Dengan deteksi dini menggunakan metode SEGERA KE RS dan penanganan cepat di rumah sakit, angka kematian (mortalitas) dan kecacatan (morbiditas) akibat stroke bisa ditekan. Pasien yang mendapatkan pertolongan dalam waktu emas memiliki peluang lebih besar untuk pulih tanpa cacat berarti. Oleh karena itu, edukasi mengenai gejala stroke dan pentingnya bertindak cepat harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Ingat, stroke adalah kondisi darurat medis. Jangan tunda, jangan tunggu, segera ke rumah sakit jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala stroke. Setiap detik sangat berharga.