
Sebanyak 64 siswa SMAN 2 Kudus dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 11 Februari 2025, dan langsung mendapat penanganan dari pihak sekolah serta puskesmas setempat.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang dihimpun, para siswa mulai mengeluhkan sakit perut, diare, dan pusing beberapa saat setelah menyantap menu MBG yang disediakan. Pihak sekolah segera melaporkan kejadian ini ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kepala SMAN 2 Kudus, Budi Santoso, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa dari total 64 siswa yang terkena dampak, sebagian besar sudah mendapatkan perawatan dan kondisinya berangsur membaik.
Tindakan Medis dan Investigasi
Petugas kesehatan dari Puskesmas setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan obat-obatan kepada para siswa yang mengalami gejala. Selain itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan juga telah diambil untuk diuji di laboratorium.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus bersama Dinas Pendidikan setempat telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab pasti keracunan ini. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat mengungkap apakah benar makanan MBG yang menjadi sumber kontaminasi.
Respons Pemerintah Daerah
Bupati Kudus, HM Hartopo, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. Ia meminta agar proses investigasi berjalan transparan dan cepat, serta menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap penyediaan makanan bergizi gratis di sekolah-sekolah.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang lagi. Oleh karena itu, kami akan mengevaluasi seluruh proses penyediaan MBG, mulai dari bahan baku, cara pengolahan, hingga distribusi,” ujar Hartopo dalam keterangannya.
Sementara itu, para orang tua siswa berharap agar program MBG tetap berjalan tetapi dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat. Mereka meminta pihak sekolah dan pemerintah untuk lebih selektif dalam memilih pemasok makanan.
Kesimpulan
Insiden keracunan massal di SMAN 2 Kudus ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait pentingnya keamanan pangan dalam program-program pemerintah. Dengan investigasi yang menyeluruh dan tindakan perbaikan yang cepat, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.