
Tim riset dari Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) baru-baru ini menggelar kegiatan skrining kesehatan bagi warga Muhammadiyah. Kegiatan ini dirancang untuk mendeteksi dini risiko Diabetes Melitus (DM) dengan menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM).
Langkah Preventif Melalui Skrining
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat. Melalui skrining ini, tim riset UMLA berupaya mengidentifikasi faktor risiko pada individu sebelum penyakit berkembang lebih lanjut. Pendekatan HBM dipilih karena model ini menekankan pada persepsi individu terhadap ancaman penyakit, manfaat tindakan pencegahan, serta hambatan yang dirasakan.
Penerapan Health Belief Model
Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya melakukan pemeriksaan kadar gula darah, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Warga yang terdeteksi memiliki risiko tinggi akan mendapatkan konseling lebih lanjut dan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
Manfaat bagi Warga Muhammadiyah
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Muhammadiyah setempat. Mereka mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang cara mencegah diabetes dan pentingnya deteksi dini. Beberapa peserta juga mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya tidak menyadari faktor risiko yang mereka miliki.
Tim riset UMLA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, sehingga angka kejadian Diabetes Melitus di kalangan warga Muhammadiyah dapat ditekan. Selain itu, pendekatan HBM diharapkan dapat diadopsi oleh komunitas lain sebagai model intervensi kesehatan yang efektif.