
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus menggencarkan program skrining atau pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat setempat. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mendeteksi secara dini kasus HIV-AIDS di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Mimika, dr. Reynold Ubra, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pemeriksaan terhadap ribuan warga setiap tahunnya. Skrining dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, serta melalui kegiatan jangkauan di komunitas-komunitas rawan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang berisiko dapat mengetahui status kesehatannya secara dini. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan secepat mungkin untuk mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujar dr. Reynold dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (13/2/2025).
Data Dinkes Mimika menunjukkan bahwa hingga akhir tahun 2024, terdapat peningkatan jumlah kasus HIV-AIDS yang terdeteksi. Hal ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif dalam melakukan skrining dan edukasi kepada masyarakat.
Program skrining ini tidak hanya menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti pengguna narkoba suntik dan pekerja seks komersial, tetapi juga ibu hamil, pasangan usia subur, dan remaja. Dinkes Mimika berharap dengan pendekatan yang lebih inklusif, stigma terhadap HIV-AIDS dapat berkurang dan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri meningkat.
Selain skrining, Dinkes juga gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan HIV-AIDS, termasuk penggunaan kondom dan perilaku hidup bersih dan sehat. Bagi warga yang terdeteksi positif, mereka akan segera mendapatkan akses pengobatan antiretroviral (ARV) secara gratis dan pendampingan psikososial.
“Kami tidak hanya fokus pada deteksi, tetapi juga pada perawatan dan dukungan bagi mereka yang terinfeksi. Tujuannya adalah menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup pengidap HIV-AIDS di Mimika,” tambah dr. Reynold.
Dinkes Mimika mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan adat, untuk turut serta dalam memerangi HIV-AIDS. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan target eliminasi HIV-AIDS pada tahun 2030 dapat tercapai.