
Seorang dokter spesialis mengungkapkan bahwa kanker payudara tidak semata-mata disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Meskipun riwayat keluarga memang menjadi salah satu faktor risiko, ada banyak faktor lain yang turut berperan dalam perkembangan penyakit ini.
Faktor Risiko Lain yang Perlu Diwaspadai
Menurut penjelasan dokter, gaya hidup dan lingkungan juga memiliki kontribusi besar terhadap risiko terkena kanker payudara. Beberapa faktor yang dimaksud antara lain pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan, serta paparan bahan kimia tertentu.
Pentingnya Deteksi Dini
Dokter juga menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin seperti SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan mammografi. Dengan deteksi dini, kemungkinan kesembuhan bisa lebih tinggi karena penanganan dapat dilakukan lebih awal.
Selain itu, faktor hormonal seperti usia menstruasi pertama yang terlalu dini atau menopause yang terlambat, serta penggunaan terapi hormon dalam jangka panjang, juga dapat meningkatkan risiko. Meskipun faktor genetik seperti mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 memang meningkatkan risiko, namun hanya sebagian kecil kasus kanker payudara yang terkait langsung dengan faktor keturunan.
Dokter mengingatkan bahwa setiap wanita perlu waspada dan menjalani pola hidup sehat untuk menurunkan risiko kanker payudara, terlepas dari ada atau tidaknya riwayat keluarga.