
Pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengenai hubungan antara atap seng dan kanker paru menuai reaksi dari kalangan asosiasi terkait. Mereka menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Dalam sebuah kesempatan, Prabowo menyebutkan bahwa penggunaan atap seng dapat meningkatkan risiko kanker paru. Namun, pernyataan ini langsung dibantah oleh Asosiasi yang mewakili industri terkait.
Penjelasan Asosiasi
Asosiasi tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang secara jelas menghubungkan atap seng dengan kanker paru. Mereka menganggap pernyataan Prabowo sebagai sesuatu yang menyesatkan dan dapat menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di masyarakat.
“Kami ingin meluruskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Atap seng telah digunakan secara luas dan aman selama bertahun-tahun,” ujar perwakilan asosiasi.
Pentingnya Informasi yang Akurat
Asosiasi juga menekankan pentingnya menyampaikan informasi yang akurat dan berdasarkan data ilmiah, terutama dalam isu kesehatan masyarakat. Mereka berharap pernyataan seperti ini tidak lagi terulang di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Prabowo mengenai bantahan tersebut.