
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro baru-baru ini menggelar seminar kesehatan yang berfokus pada penyakit diabetes. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Seminar yang berlangsung di salah satu hotel di Bojonegoro ini dihadiri oleh puluhan tenaga kesehatan, termasuk dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan mahasiswa kedokteran. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan terhadap penyakit diabetes yang semakin umum terjadi di masyarakat.
Ketua IDI Bojonegoro, dr. Agus Susilo, Sp.PD, dalam sambutannya menekankan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan diabetes yang tepat. “Diabetes adalah penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Edukasi yang benar kepada pasien dan masyarakat sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari PERSADIA Jatim, Dr. Siti Nurjanah, M.Kes, menyampaikan materi tentang perkembangan terbaru dalam penanganan diabetes. Ia juga berbagi pengalaman tentang program-program sukses yang telah dijalankan oleh PERSADIA dalam mendampingi pasien diabetes di Jawa Timur.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan turut memberikan dukungan penuh. Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Ani Lestari, M.Kes, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan edukatif seperti ini. “Kami berharap seminar ini dapat menjadi bekal bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien diabetes di Bojonegoro,” jelasnya.
Seminar ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan peserta untuk bertanya langsung kepada para ahli. Topik yang dibahas meliputi pola makan sehat, pentingnya olahraga teratur, penggunaan obat-obatan, serta cara memantau kadar gula darah secara mandiri.
Dengan adanya kegiatan ini, IDI Bojonegoro berharap dapat terus berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian diabetes di wilayah tersebut. Kolaborasi antara organisasi profesi, komunitas pasien, dan pemerintah daerah dianggap sebagai kunci sukses dalam menghadapi tantangan penyakit tidak menular seperti diabetes.