
Pemerintah Kota terus memperkuat strategi STOP HIV/AIDS sebagai langkah komprehensif dalam menekan penyebaran virus HIV. Wali Kota menegaskan pentingnya dua fokus utama, yaitu memerangi virus itu sendiri dan menghentikan stigma negatif yang masih melekat di masyarakat.
Lawan Virus dengan Deteksi Dini dan Pengobatan
Upaya pertama yang ditekankan adalah memperluas akses deteksi dini melalui tes HIV secara sukarela. Wali Kota mendorong masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan, karena penanganan dini sangat efektif menekan risiko penularan. Selain itu, ketersediaan obat antiretroviral (ARV) juga terus dipastikan agar penderita HIV dapat menjalani hidup produktif.
Hentikan Stigma, Bukan Orangnya
Fokus kedua yang tidak kalah penting adalah penghentian stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa HIV bukanlah aib, melainkan kondisi medis yang bisa dikelola. Stigma justru menghambat akses ODHA terhadap layanan kesehatan dan dukungan sosial.
- Mengadakan kampanye edukasi publik tentang HIV/AIDS secara berkelanjutan.
- Melatih tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.
- Memberdayakan ODHA sebagai duta perubahan untuk melawan stigma.
Dengan pendekatan ganda ini, diharapkan angka penularan baru dapat ditekan dan kualitas hidup ODHA meningkat. Wali Kota menegaskan, “Kita lawan virusnya, bukan manusianya. Stop stigma, mulai dari diri sendiri.”