
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengajukan pinjaman sebesar Rp300 miliar kepada pemerintah pusat. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun rumah sakit khusus jantung dan stroke di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel, dr. Andi Nuzul, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Saat ini, pasien dengan penyakit jantung dan stroke seringkali harus dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan fasilitas.
“Dengan adanya rumah sakit khusus ini, kami berharap masyarakat tidak perlu lagi pergi ke luar Babel untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai. Ini akan menghemat biaya dan waktu, serta meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar dr. Andi.
Pinjaman sebesar Rp300 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan fisik rumah sakit, pengadaan alat kesehatan modern, serta pelatihan tenaga medis. Proyek ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2025 dan ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun.
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, menambahkan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan prioritas utama pemerintah daerah. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga Babel. Rumah sakit jantung dan stroke ini akan menjadi salah satu ikon pelayanan kesehatan di daerah kita,” katanya.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menyambut baik usulan tersebut. Kementerian akan melakukan kajian lebih lanjut terkait kelayakan dan dampak dari pinjaman ini. Jika disetujui, pembangunan rumah sakit tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan kesehatan jantung dan stroke yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat.