Mengenang Keigo Higashino: Penulis Legendaris Jepang Terserang Kanker Usus Besar

Home blog Mengenang Keigo Higashino: Penulis Legendaris Jepang Terserang Kanker Usus Besar
Mengenang Keigo Higashino: Penulis Legendaris Jepang Terserang Kanker Usus Besar
Mengenang Keigo Higashino: Penulis Legendaris Jepang Terserang Kanker Usus Besar

Dunia sastra kehilangan salah satu tokoh terbesarnya. Keigo Higashino, penulis novel misteri dan detektif terkenal asal Jepang, telah meninggal dunia akibat kanker usus besar. Kabar duka ini pertama kali disiarkan oleh media lokal dan segera menyebar luas di kalangan penggemar karyanya di seluruh dunia.

Higashino, yang lahir pada 4 Februari 1958 di Osaka, dikenal sebagai maestro genre misteri dengan gaya penulisan yang unik dan penuh teka-teki. Ia memulai kariernya sebagai insinyur di perusahaan otomotif sebelum akhirnya menekuni dunia tulis-menulis secara serius. Novel debutnya, Hokago (After School), langsung meraih penghargaan bergengsi Edogawa Rampo Prize pada tahun 1985, yang mengantarkannya ke panggung sastra Jepang.

Selama lebih dari tiga dekade, Higashino telah menghasilkan puluhan novel yang laris di pasaran, termasuk Journey Under the Midnight Sun, The Devotion of Suspect X, dan Malice. Karya-karyanya tidak hanya populer di Jepang, tetapi juga diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan diadaptasi menjadi film, drama televisi, serta manga. Alur ceritanya yang rumit dan karakter yang mendalam membuatnya menjadi favorit di kalangan pembaca dewasa dan remaja.

Menurut laporan dari pihak keluarga, Higashino didiagnosis menderita kanker usus besar pada tahun 2022. Ia menjalani perawatan intensif, namun penyakit tersebut terus berkembang. Sang penulis menghembuskan napas terakhir di rumah sakit di Tokyo pada bulan lalu. Pengumuman resmi dari penerbitnya menyatakan bahwa pemakaman telah dilakukan secara tertutup sesuai dengan permintaan almarhum.

Para penggemar dan rekan sesama penulis menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. Banyak yang mengenang kontribusinya yang luar biasa dalam genre misteri dan dedikasinya terhadap seni bercerita. Salah satu pengagumnya, seorang kritikus sastra dari Universitas Tokyo, mengatakan, “Higashino tidak hanya menulis cerita, tetapi ia membangun dunia di mana setiap detail memiliki makna dan setiap karakter memiliki rahasia. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi sastra dunia.”

Kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum di dunia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker ini menempati urutan ketiga dalam hal angka kejadian dan kedua dalam hal angka kematian. Faktor risiko utamanya meliputi usia lanjut, pola makan tinggi lemak dan rendah serat, serta riwayat keluarga. Deteksi dini melalui skrining rutin sangat dianjurkan untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Keigo Higashino meninggalkan warisan literasi yang tak ternilai. Buku-bukunya akan terus dibaca dan dinikmati oleh generasi mendatang. Bagi mereka yang ingin mengenang karyanya, novel-novelnya masih tersedia di toko buku dan platform digital. Selamat jalan, maestro. Cerita-ceritamu akan hidup selamanya dalam ingatan kami.