
Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, dan stroke masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, sebuah inisiatif bernama KARSA PTM (Kader Aktif Responsif Sadar Penyakit Tidak Menular) dan CFOOT DM (Cegah, Fokus, Optimal, Olahraga, Terapi Diabetes Melitus) digulirkan di Kecamatan Sukun. Program ini bertujuan memperkuat deteksi dini dan penanganan awal PTM di tingkat komunitas.
Meningkatkan Peran Kader Kesehatan
KARSA PTM fokus pada pemberdayaan kader kesehatan sebagai ujung tombak skrining PTM. Para kader dilatih untuk mengenali gejala awal, melakukan pengukuran tekanan darah dan gula darah, serta memberikan edukasi gaya hidup sehat. Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan penanganan lebih cepat sebelum penyakit bertambah parah.
CFOOT DM: Pendekatan Holistik untuk Diabetes
Sementara itu, CFOOT DM dirancang khusus untuk pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus. Program ini menggabungkan empat pilar: pencegahan (Cegah), pemantauan intensif (Fokus), pola hidup aktif (Olahraga), dan terapi yang tepat (Terapi). Melalui pendekatan ini, penderita diabetes diharapkan mampu mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
Hasil dan Dampak di Lapangan
Sejak diluncurkan, kedua program ini telah menjangkau ratusan warga di berbagai kelurahan di Kecamatan Sukun. Data awal menunjukkan peningkatan jumlah warga yang melakukan skrining PTM secara rutin. Selain itu, angka rujukan ke puskesmas juga meningkat, menandakan bahwa deteksi dini berjalan efektif.
Dengan adanya KARSA PTM dan CFOOT DM, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tidak menular semakin tinggi. Skrining dini bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengurangi beban biaya pengobatan jangka panjang. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.