
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choirul Fauzi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan stigma negatif terhadap anak-anak yang hidup dengan HIV. Beliau menekankan pentingnya dukungan sosial dan lingkungan yang ramah agar anak-anak tersebut bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Dalam pernyataannya, Menteri Arifah menyampaikan bahwa anak dengan HIV memiliki hak yang sama seperti anak lainnya, termasuk hak untuk bermain, belajar, dan mendapatkan perawatan kesehatan yang layak. Stigma yang melekat justru dapat menghambat mereka untuk mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, serta memicu diskriminasi yang merugikan masa depan mereka.
Beliau juga mengingatkan bahwa penularan HIV pada anak sebagian besar terjadi dari ibu ke anak saat proses kehamilan, persalinan, atau menyusui. Dengan penanganan medis yang tepat, risiko penularan tersebut dapat ditekan hingga di bawah dua persen. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka penularan dan menghilangkan stigma.
Menteri Arifah mengajak semua pihak untuk bergerak bersama, mulai dari keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, hingga media massa, dalam menciptakan lingkungan yang bebas stigma. “Mari kita berhenti memberikan label negatif dan mulailah memberikan dukungan penuh kepada anak-anak kita yang hidup dengan HIV. Mereka adalah bagian dari bangsa ini dan berhak meraih impian mereka,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak anak dengan HIV untuk terbuka dan mendapatkan perawatan serta dukungan psikososial yang mereka butuhkan, sehingga kualitas hidup mereka bisa meningkat secara signifikan.