
Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, tengah dilanda kekhawatiran akan meningkatnya kasus penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes. Untuk mengungkap kondisi sebenarnya di lapangan, sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah tak biasa dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga.
Mengapa Sidrap Menjadi Sorotan?
Beberapa waktu terakhir, berbagai laporan kesehatan menunjukkan bahwa penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi dan gula darah mulai mengintai masyarakat di daerah pedesaan. Sidrap, yang dikenal sebagai daerah pertanian, ternyata tidak luput dari ancaman ini. Minimnya kesadaran dan akses terhadap pemeriksaan kesehatan rutin menjadi faktor utama yang memperparah situasi.
Aksi Nyata Mahasiswa Unhas
Alih-alih hanya berdiam diri menunggu data dari puskesmas, mahasiswa Unhas yang tergabung dalam program pengabdian masyarakat memutuskan untuk bergerak langsung. Mereka menyusuri pemukiman warga, melakukan skrining kesehatan secara door-to-door. Dengan alat tensi digital dan glukometer, mereka memeriksa tekanan darah serta kadar gula darah warga dari berbagai usia.
“Kami ingin membuktikan apakah benar ancaman hipertensi dan diabetes sudah sedemikian dekat dengan masyarakat Sidrap,” ujar salah satu koordinator kegiatan. “Hasilnya cukup mengejutkan. Banyak warga yang tidak menyadari bahwa mereka sudah berada dalam kategori pra-hipertensi atau memiliki gula darah tinggi.”
Temuan di Lapangan
Dari kunjungan ke puluhan rumah, mahasiswa menemukan beberapa pola yang mengkhawatirkan:
- Sebagian besar warga berusia di atas 40 tahun belum pernah memeriksa tekanan darah secara rutin.
- Konsumsi makanan tinggi garam dan gula masih sangat lazim, terutama pada menu sehari-hari.
- Kurangnya aktivitas fisik menjadi kebiasaan umum, terutama pada mereka yang bekerja sebagai buruh tani atau ibu rumah tangga.
“Kami menemukan satu kasus di mana seorang ibu berusia 55 tahun memiliki tekanan darah 170/100 mmHg, tetapi ia tidak mengeluhkan apa pun dan menganggap itu biasa,” tambah mahasiswa lainnya. “Ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi dan deteksi dini.”
Langkah Edukasi dan Tindak Lanjut
Selain melakukan pemeriksaan, para mahasiswa juga memberikan penyuluhan singkat tentang pola hidup sehat. Mereka membagikan brosur berisi panduan mengurangi konsumsi garam, pentingnya olahraga ringan, serta cara mengenali gejala awal diabetes dan hipertensi. Warga yang terindikasi memiliki risiko tinggi langsung dirujuk ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi desa-desa lain di Sidrap. Mahasiswa Unhas berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kesehatan warga dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat.
Ancaman hipertensi dan diabetes memang tidak selalu tampak kasatmata, tetapi dampaknya bisa sangat serius. Melalui langkah kecil seperti ini, kesadaran masyarakat diharapkan semakin meningkat sehingga penyakit tidak menular dapat dicegah sejak dini.