
Jakarta, Obat.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan fakta mengejutkan terkait ancaman penyakit hepatitis B di Indonesia. Lebih dari 60% penduduk Tanah Air masih berada dalam kondisi rentan terhadap infeksi virus hepatitis B.
Data tersebut disampaikan oleh perwakilan Kemenkes dalam sebuah forum diskusi kesehatan. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar populasi Indonesia belum memiliki kekebalan yang memadai terhadap virus hepatitis B, sehingga berpotensi tinggi untuk tertular.
Hepatitis B merupakan penyakit infeksi hati yang serius dan dapat berujung pada komplikasi berbahaya seperti sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati. Penularan virus ini terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, misalnya melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik tidak steril, atau hubungan seksual tanpa pengaman.
Kemenkes terus menggencarkan program imunisasi hepatitis B, terutama bagi bayi baru lahir, sebagai upaya pencegahan utama. Namun, cakupan imunisasi yang belum optimal pada kelompok usia dewasa menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka kerentanan ini.
Masyarakat diimbau untuk melakukan vaksinasi hepatitis B, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, pengidap penyakit hati kronis, dan mereka yang sering melakukan kontak dengan darah atau cairan tubuh orang lain.
Selain vaksinasi, langkah pencegahan lainnya meliputi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta melakukan hubungan seksual yang aman.
Dengan tingginya angka kerentanan ini, Kemenkes menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dari infeksi hepatitis B. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat juga sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.