
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK terus mempercepat langkah dalam penyelesaian pembangunan bunker radioterapi. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi pasien kanker di Kalimantan Utara (Kaltara).
Pembangunan bunker ini diharapkan dapat menghadirkan teknologi radioterapi yang lebih modern dan aman. Dengan adanya bunker tersebut, pasien kanker tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan terapi radiasi. Hal ini tentu akan menghemat waktu, biaya, serta mengurangi beban psikologis pasien dan keluarganya.
Manfaat Bunker Radioterapi bagi Pasien Kanker
Bunker radioterapi dirancang khusus untuk menampung alat terapi radiasi berenergi tinggi. Dinding bunker terbuat dari material beton tebal yang mampu menahan radiasi sehingga aman bagi pasien, tenaga medis, dan lingkungan sekitar. Dengan fasilitas ini, RSUD dr. H. Jusuf SK dapat memberikan layanan radioterapi yang setara dengan rumah sakit besar di kota-kota lain.
Proyek ini merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam bidang kesehatan. Selain meningkatkan akses layanan, bunker radioterapi juga diharapkan dapat menekan angka kematian akibat kanker di Kaltara. Pasien dapat menjalani pengobatan secara rutin tanpa harus bepergian jauh, sehingga kepatuhan terhadap terapi pun meningkat.
Tahapan Pembangunan dan Target Penyelesaian
Manajemen RSUD dr. H. Jusuf SK menyatakan bahwa pembangunan bunker saat ini sudah memasuki tahap akhir. Beberapa pekerjaan masih berlangsung, seperti pemasangan peralatan medis dan uji coba sistem keamanan radiasi. Pihak rumah sakit optimis bahwa bunker radioterapi dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat.
Setelah resmi beroperasi, rumah sakit akan segera merekrut tenaga ahli radioterapi dan onkologi. Pelatihan juga akan diberikan kepada perawat dan petugas terkait agar pelayanan berjalan optimal. Dengan demikian, RSUD dr. H. Jusuf SK siap menjadi pusat rujukan penanganan kanker di wilayah Kaltara dan sekitarnya.
Kehadiran bunker radioterapi ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kaltara yang selama ini kesulitan mengakses layanan radioterapi. Pemerintah daerah berharap fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.