
Aktor Diding Boneng baru-baru ini mengungkapkan dugaan bahwa penyakit asma yang dideritanya mungkin terkait dengan pengalaman syuting film horor populer, KKN di Desa Penari. Pria yang akrab disapa Boneng ini mengaku mulai mengalami gejala sesak napas setelah proses produksi film tersebut.
Dalam sebuah wawancara, Boneng menjelaskan bahwa selama syuting, ia sering berada di lokasi yang lembap dan berdebu. Kondisi tersebut, menurutnya, bisa menjadi pemicu utama gangguan pernapasan yang kini ia alami. “Saya tidak pernah punya riwayat asma sebelumnya. Tapi setelah syuting film itu, napas saya sering terasa berat,” ujar Boneng.
Boneng juga menambahkan bahwa tim produksi telah berusaha menjaga kesehatan para pemain, namun faktor lingkungan syuting yang ekstrem mungkin menjadi penyebabnya. “Kami syuting di tempat yang alami, banyak pohon, dan tanah. Mungkin debu atau jamur di sana yang membuat saya alergi,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Boneng tidak menyalahkan pihak manapun. Ia hanya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para pekerja film agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama syuting. “Saya tetap bangga bisa terlibat dalam film yang sukses ini. Tapi ke depannya, saya akan lebih berhati-hati,” pungkasnya.
Film KKN di Desa Penari sendiri sukses besar di pasaran dan menjadi salah satu film horor terlaris di Indonesia. Namun, kisah Boneng ini mengingatkan kita bahwa di balik layar, ada risiko kesehatan yang harus dihadapi para pemain dan kru.