Tragedi di Jalan Bypass Mojokerto: Sopir Truk Tewas, Diduga Akibat Penyakit Jantung dan Diabetes

Home blog Tragedi di Jalan Bypass Mojokerto: Sopir Truk Tewas, Diduga Akibat Penyakit Jantung dan Diabetes
Tragedi di Jalan Bypass Mojokerto: Sopir Truk Tewas, Diduga Akibat Penyakit Jantung dan Diabetes
Tragedi di Jalan Bypass Mojokerto: Sopir Truk Tewas, Diduga Akibat Penyakit Jantung dan Diabetes

Sebuah insiden memilukan terjadi di kawasan Jalan Bypass Mojokerto, Jawa Timur. Seorang sopir truk ditemukan meninggal dunia di dalam kabin kendaraannya pada pagi hari. Peristiwa ini sontak menggegerkan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian setempat, sopir truk tersebut diketahui bernama Sutrisno, warga asal Kota Surabaya. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh seorang rekan sesama sopir yang curiga karena truk berhenti lama di tepi jalan. Setelah diperiksa, Sutrisno sudah tidak bergerak dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka fisik yang mencurigakan.

Penyebab Kematian

Hasil visum sementara mengindikasikan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. Diduga kuat, kombinasi kedua penyakit tersebut menjadi pemicu utama kematiannya saat sedang menjalankan tugas. Pihak keluarga yang telah dihubungi membenarkan bahwa Sutrisno memang memiliki riwayat penyakit tersebut dan sering mengeluh kelelahan saat bekerja.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengemudi kendaraan berat, khususnya sopir truk, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Pekerjaan yang menuntut fisik dan jam kerja panjang kerap membuat mereka mengabaikan gejala penyakit yang diderita.

Tanggapan Pihak Berwenang

Polisi menghimbau kepada seluruh pengemudi agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak fit. Pemeriksaan kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk mencegah kejadian serupa. Selain itu, perusahaan transportasi juga diminta untuk lebih peduli terhadap kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas pemeriksaan medis rutin.

Jenazah korban saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga besar korban menerima kejadian ini sebagai takdir dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang.