Cegah Hepatitis pada Ibu Hamil, Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan

Home blog Cegah Hepatitis pada Ibu Hamil, Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan
Cegah Hepatitis pada Ibu Hamil, Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan
Cegah Hepatitis pada Ibu Hamil, Dinkes Mimika Latih Tenaga Kesehatan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengadakan pelatihan diagnosis hepatitis bagi tenaga kesehatan. Langkah ini diambil menyusul temuan angka prevalensi hepatitis pada ibu hamil yang mencapai 4,3 persen di wilayah tersebut.

Pelatihan untuk Deteksi Dini Hepatitis

Kepala Dinkes Mimika, dr. Reynold Ubra, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi secara dini kasus hepatitis pada ibu hamil. Dengan deteksi yang lebih cepat, penanganan dapat segera dilakukan sehingga risiko penularan dari ibu ke bayi dapat diminimalkan.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, para bidan dan perawat di puskesmas mampu melakukan diagnosis awal dengan tepat. Ini penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut,” ujar dr. Reynold.

Angka Prevalensi dan Upaya Penanggulangan

Berdasarkan data Dinkes Mimika, prevalensi hepatitis B pada ibu hamil di kabupaten tersebut mencapai 4,3 persen. Angka ini tergolong tinggi dan memerlukan perhatian khusus. Hepatitis pada ibu hamil tidak hanya berbahaya bagi kesehatan ibu, tetapi juga dapat menular ke bayi saat proses persalinan.

Untuk menekan angka tersebut, Dinkes Mimika tidak hanya menggelar pelatihan, tetapi juga memperkuat program imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin selama kehamilan terus digencarkan.

Pelatihan Diagnosis Hepatitis

Pelatihan yang diikuti oleh puluhan tenaga kesehatan dari berbagai puskesmas di Mimika ini mencakup materi tentang:

  • Pengenalan gejala dan faktor risiko hepatitis B
  • Teknik pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT) hepatitis B
  • Tata laksana kasus hepatitis pada ibu hamil
  • Pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA)

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tenaga kesehatan di Mimika semakin sigap dalam menangani kasus hepatitis, khususnya pada ibu hamil, sehingga target eliminasi hepatitis pada tahun 2030 dapat tercapai.