
Seorang pasien asma yang sebelumnya harus digendong melewati jalan yang rusak dan terputus di wilayah Sekotong, Lombok Barat, dikabarkan meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah proses evakuasi yang sulit dilakukan akibat infrastruktur jalan yang memprihatinkan.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh pihak keluarga dan petugas medis setempat. Pasien yang diketahui bernama M. Saidi (45) warga Dusun Gili Anyar, Desa Sekotong Tengah, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (4/11) malam. Sebelumnya, ia sempat dilarikan ke puskesmas setempat dalam kondisi kritis.
Proses evakuasi yang dialami Saidi menjadi viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat warga dan petugas bergantian menggendongnya melewati jalan yang longsor dan berlumpur. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju fasilitas kesehatan di wilayah itu.
Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Heri, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan di desanya memang sudah sangat rusak dan sering kali putus saat hujan deras. “Kami sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke pemerintah daerah, namun belum ada tindakan berarti,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Lombok Barat menyatakan duka cita dan berjanji akan mengevaluasi akses kesehatan di daerah terpencil. Mereka juga mengimbau warga untuk segera melapor jika ada anggota keluarga yang sakit parah agar bisa segera ditangani.
Peristiwa ini kembali menyoroti buruknya infrastruktur jalan di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Banyak warga yang kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan karena jalan yang rusak dan sering terputus, terutama saat musim hujan.
Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan dan meningkatkan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.