PPHI Ajak Percepat Penghapusan Hepatitis 2030, Deteksi Awal Sirosis dan Kanker Hati Jadi Prioritas

Home blog PPHI Ajak Percepat Penghapusan Hepatitis 2030, Deteksi Awal Sirosis dan Kanker Hati Jadi Prioritas
PPHI Ajak Percepat Penghapusan Hepatitis 2030, Deteksi Awal Sirosis dan Kanker Hati Jadi Prioritas
PPHI Ajak Percepat Penghapusan Hepatitis 2030, Deteksi Awal Sirosis dan Kanker Hati Jadi Prioritas

Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) mendorong akselerasi program eliminasi Hepatitis pada tahun 2030. Langkah ini dianggap krusial untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit hati kronis.

Fokus pada Deteksi Dini

Dalam upaya mencapai target tersebut, PPHI menekankan pentingnya deteksi dini terhadap sirosis dan kanker hati. Kedua kondisi ini sering kali muncul sebagai komplikasi serius dari infeksi hepatitis yang tidak tertangani dengan baik.

Ketua PPHI, dr. Andi Surya, Sp.PD-KGEH, menjelaskan bahwa banyak penderita hepatitis yang tidak menyadari kondisinya hingga penyakit berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. “Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa. Dengan skrining rutin, kita bisa menemukan kasus lebih awal dan memberikan tata laksana yang tepat,” ujarnya dalam sebuah seminar kesehatan.

Strategi Percepatan Eliminasi

PPHI mengusulkan beberapa strategi utama, antara lain:

  • Peningkatan cakupan vaksinasi hepatitis B pada bayi dan kelompok risiko tinggi.
  • Skrining massal hepatitis B dan C pada populasi dewasa, terutama di daerah dengan prevalensi tinggi.
  • Penguatan akses terhadap pengobatan antiviral yang efektif dan terjangkau.
  • Edukasi masyarakat tentang pencegahan penularan melalui jalur darah dan cairan tubuh.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki beban hepatitis yang cukup tinggi. Diperkirakan sekitar 7,1 juta orang Indonesia terinfeksi hepatitis B, dan 2,5 juta lainnya terinfeksi hepatitis C. Tanpa intervensi yang masif, angka ini berpotensi memicu lonjakan kasus sirosis dan kanker hati di masa depan.

“Kami optimis target 2030 bisa tercapai jika semua pihak bergerak bersama. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum harus terlibat aktif,” tambah dr. Andi.

Melalui langkah deteksi dini dan pengobatan yang tepat, PPHI berharap angka kematian akibat hepatitis dan komplikasinya dapat ditekan secara signifikan, menuju generasi Indonesia bebas hepatitis.