Tempo Scan Bermitra dengan Perusahaan Farmasi Besar China, Mempermudah Akses Obat Kanker dan Jantung di Indonesia

Home blog Tempo Scan Bermitra dengan Perusahaan Farmasi Besar China, Mempermudah Akses Obat Kanker dan Jantung di Indonesia
Tempo Scan Bermitra dengan Perusahaan Farmasi Besar China, Mempermudah Akses Obat Kanker dan Jantung di Indonesia
Tempo Scan Bermitra dengan Perusahaan Farmasi Besar China, Mempermudah Akses Obat Kanker dan Jantung di Indonesia

Tempo Scan Pacific (TSP) menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan farmasi raksasa asal China, CSPC Pharmaceutical Group. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat akses obat-obatan esensial, terutama untuk penyakit kanker dan kardiovaskular (jantung), di Indonesia.

Melalui kemitraan ini, TSP akan memasarkan berbagai produk obat generik bermerek dari CSPC di pasar Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi tantangan distribusi dan ketersediaan obat-obatan khusus yang selama ini sering menjadi kendala.

Presiden Direktur TSP, Gunawan Go, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi kesehatan yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. “Kami ingin memastikan bahwa pasien di Indonesia mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap obat-obatan inovatif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

CSPC Pharmaceutical Group sendiri dikenal sebagai salah satu produsen farmasi terkemuka di China dengan portofolio produk yang kuat di bidang onkologi dan kardiovaskular. Dengan penggabungan keahlian kedua perusahaan, diharapkan rantai pasok obat menjadi lebih efisien dan harga dapat lebih kompetitif.

Kerja sama ini juga mencakup transfer teknologi dan pengetahuan, yang memungkinkan TSP untuk meningkatkan kapasitas produksi lokal di masa depan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong kemandirian di sektor farmasi.

Ke depannya, masyarakat Indonesia dapat mengharapkan ketersediaan obat-obatan vital untuk penyakit kronis seperti kanker dan jantung yang lebih merata dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada impor.