
Perusahaan bioteknologi CNTB (Connect Biopharma) akan segera merilis hasil uji klinis tahap akhir untuk kandidat obat terbarunya, Rademikibart. Obat ini dirancang untuk menangani penyakit asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Rademikibart bekerja dengan cara menghambat jalur pensinyalan interleukin-4 dan interleukin-13, dua molekul yang berperan penting dalam peradangan saluran napas. Mekanisme kerja ini serupa dengan Dupixent (dupilumab), obat yang sudah terbukti efektif untuk berbagai kondisi alergi dan inflamasi.
Rademikibart merupakan antibodi monoklonal yang diberikan melalui suntikan subkutan. Dalam uji klinis fase 3, para peneliti mengevaluasi efektivitas dan keamanan obat ini pada pasien asma sedang hingga berat yang tidak terkontrol dengan baik oleh terapi standar. Hasil awal menunjukkan perbaikan signifikan dalam fungsi paru-paru dan penurunan frekuensi serangan asma. Sementara itu, untuk PPOK, Rademikibart diharapkan dapat mengurangi peradangan kronis dan memperlambat penurunan fungsi paru.
Jika hasil uji klinis positif, Rademikibart berpotensi menjadi alternatif baru bagi pasien yang tidak merespons pengobatan konvensional. CNTB berencana mengajukan izin edar ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat dan lembaga regulasi lainnya pada tahun 2025. Keberhasilan obat ini dapat memperluas pilihan terapi bagi jutaan penderita asma dan PPOK di seluruh dunia.
Meskipun demikian, para ahli mengingatkan bahwa masih diperlukan data lebih lanjut terkait efek samping jangka panjang dan perbandingan langsung dengan Dupixent. Saat ini, Dupixent telah menjadi standar emas untuk terapi biologis pada asma eosinofilik berat. Namun, Rademikibart menawarkan potensi keunggulan dalam hal frekuensi pemberian dosis atau profil keamanan yang lebih baik.
CNTB diperkirakan akan mengumumkan hasil lengkap uji klinis dalam beberapa minggu mendatang melalui konferensi medis internasional. Publikasi di jurnal ilmiah juga direncanakan setelah presentasi data. Para pemangku kepentingan, termasuk dokter dan pasien, menanti kabar ini dengan antusias karena dapat membuka babak baru dalam penanganan penyakit pernapasan kronis.