
Sejumlah dokter di Vietnam baru-baru ini menyuarakan kekhawatiran mereka terkait praktik manipulasi tulang belakang yang tengah populer. Mereka memperingatkan bahwa gerakan memutar atau menekan leher secara agresif dapat meningkatkan risiko stroke secara signifikan.
Bahaya Tersembunyi di Balik Manipulasi Leher
Manipulasi tulang belakang, khususnya pada area leher, sering dianggap sebagai solusi cepat untuk mengatasi nyeri atau pegal. Namun, para ahli medis mengingatkan bahwa ada risiko serius yang mengintai. Tekanan atau gerakan tiba-tiba pada leher dapat merusak lapisan pembuluh darah arteri, terutama arteri vertebralis yang memasok darah ke otak. Kerusakan ini bisa memicu pembentukan gumpalan darah yang kemudian menyumbat aliran darah dan menyebabkan stroke.
Apa yang Harus Diwaspadai?
- Hindari gerakan leher yang dipaksakan atau diputar terlalu kencang, baik oleh terapis maupun saat melakukan peregangan sendiri.
- Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala seperti sakit kepala hebat, pusing, penglihatan ganda, kesulitan berbicara, atau kelemahan pada satu sisi tubuh setelah menjalani manipulasi leher.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani terapi manipulatif, terutama jika Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, atau masalah pembuluh darah.
Peringatan ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua metode pengobatan alternatif bebas risiko. Kesehatan tulang belakang harus ditangani dengan hati-hati dan berdasarkan diagnosis yang tepat dari tenaga medis profesional.