Tim Siaga Bencana USK Berikan Edukasi Diabetes bagi Korban Bencana

Home blog Tim Siaga Bencana USK Berikan Edukasi Diabetes bagi Korban Bencana
Tim Siaga Bencana USK Berikan Edukasi Diabetes bagi Korban Bencana
Tim Siaga Bencana USK Berikan Edukasi Diabetes bagi Korban Bencana

Langkah Cerdas USK dalam Menangani Diabetes di Tengah Bencana

Tim Siaga Bencana Diabetes Universitas Syiah Kuala (USK) telah meluncurkan program edukasi khusus bagi penderita diabetes yang menjadi korban bencana. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka dapat mengelola kondisi kesehatannya dengan baik, meskipun dalam situasi darurat.

Mengapa Edukasi Diabetes Penting bagi Penyintas Bencana?

Bencana alam seringkali mengganggu akses terhadap layanan kesehatan, termasuk ketersediaan insulin dan obat-obatan diabetes lainnya. Tanpa pengetahuan yang memadai, penderita diabetes berisiko mengalami komplikasi serius seperti hipoglikemia atau hiperglikemia. Program edukasi ini dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut.

Materi Edukasi yang Diberikan

  • Manajemen Gula Darah: Cara memantau kadar gula darah dengan alat sederhana meski dalam kondisi terbatas.
  • Pola Makan Darurat: Tips memilih makanan yang aman dan bergizi saat pasokan makanan terbatas.
  • Penyimpanan Insulin: Teknik menyimpan insulin tanpa lemari es, misalnya dengan menggunakan cooler box atau kain basah.
  • Pengenalan Gejala Bahaya: Tanda-tanda komplikasi yang perlu segera ditangani dan cara meminta bantuan medis.

Dampak Positif bagi Komunitas

Program ini telah menjangkau puluhan penyintas bencana di beberapa lokasi pengungsian. Peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengelola diabetes mereka setelah mengikuti sesi edukasi. “Saya jadi tahu cara menyimpan insulin tanpa kulkas. Ini sangat membantu karena saya harus mengungsi,” ujar salah satu peserta.

Tim Siaga Bencana Diabetes USK berencana memperluas jangkauan program ini ke daerah-daerah rawan bencana lainnya di Aceh. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak penderita diabetes yang siap menghadapi situasi darurat tanpa mengabaikan kesehatan mereka.