TMMD Kodim Ponorogo Bantu Bangun Rumah bagi Warga Penyintas Stroke di Desa Bulu Lor

Home blog TMMD Kodim Ponorogo Bantu Bangun Rumah bagi Warga Penyintas Stroke di Desa Bulu Lor
TMMD Kodim Ponorogo Bantu Bangun Rumah bagi Warga Penyintas Stroke di Desa Bulu Lor
TMMD Kodim Ponorogo Bantu Bangun Rumah bagi Warga Penyintas Stroke di Desa Bulu Lor

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar oleh Kodim 0802/Ponorogo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu. Kali ini, sasaran program tersebut adalah membantu pembangunan rumah bagi seorang penyintas stroke di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Bantuan untuk Warga yang Membutuhkan

Rumah yang dibangun merupakan milik Sarni (65), seorang warga yang sudah lama menderita stroke dan tinggal seorang diri. Kondisi rumahnya sebelumnya sangat memprihatinkan, dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu dan atap yang bocor. Melihat kondisi tersebut, personel TMMD bersama warga setempat bergotong royong membangun rumah yang lebih layak huni.

Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Muhammad Zaini, menyampaikan bahwa program TMMD ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat. “Kami berharap dengan adanya rumah baru ini, Ibu Sarni dapat tinggal dengan lebih nyaman dan tenang,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan.

Gotong Royong Masyarakat

Kegiatan pembangunan rumah ini tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga warga Desa Bulu Lor secara sukarela. Mereka bahu-membahu membantu proses pembangunan, mulai dari menyiapkan material hingga memasang dinding dan atap. Semangat gotong royong ini menjadi contoh nyata kebersamaan dalam membangun lingkungan.

Selain pembangunan rumah, TMMD Kodim Ponorogo juga melaksanakan program lain seperti perbaikan jalan desa, renovasi fasilitas umum, dan penyuluhan kesehatan bagi warga. Semua kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.

Program TMMD sendiri merupakan program rutin TNI yang bertujuan untuk membantu percepatan pembangunan di daerah-daerah terpencil dan kurang berkembang. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan nasionalisme.