
Banyak orang memiliki kebiasaan memutar atau membunyikan leher hingga mengeluarkan bunyi ‘kretek’ untuk melepaskan rasa pegal. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini ternyata menyimpan bahaya serius, termasuk meningkatkan risiko stroke?
Apa yang Terjadi Saat Leher Dibunyikan?
Saat Anda memutar leher hingga berbunyi, sebenarnya Anda sedang melakukan gerakan yang disebut kavitas. Proses ini melibatkan pelepasan gas nitrogen dari sendi-sendi tulang leher. Meskipun terkadang terasa lega, kebiasaan ini bisa menyebabkan cedera pada pembuluh darah di leher, terutama arteri vertebralis yang memasok darah ke otak.
Mekanisme Risiko Stroke
Gerakan memutar leher secara tiba-tiba dan berlebihan dapat merobek lapisan dalam arteri vertebralis. Robekan ini memicu pembentukan gumpalan darah yang kemudian dapat menyumbat aliran darah ke otak, menyebabkan stroke. Kondisi ini dikenal dengan istilah diseksi arteri servikal.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Jika Anda sering membunyikan leher dan mengalami gejala berikut, segera periksakan diri ke dokter:
- Nyeri leher yang hebat dan menjalar ke kepala
- Pusing atau vertigo
- Penglihatan kabur atau ganda
- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
- Kelemahan pada satu sisi tubuh
Cara Aman Mengatasi Leher Pegal
Daripada membunyikan leher, ada beberapa cara yang lebih aman untuk mengatasi kekakuan leher:
- Lakukan peregangan leher secara perlahan dan lembut
- Kompres hangat pada area leher yang tegang
- Pijat ringan dengan minyak esensial
- Perbaiki postur tubuh saat duduk dan tidur
- Konsultasi dengan fisioterapis jika keluhan berlanjut
Kebiasaan membunyikan leher mungkin terlihat sepele, namun dampaknya bisa sangat berbahaya. Mulailah menghindari kebiasaan ini dan ganti dengan cara yang lebih sehat untuk menjaga kesehatan leher dan mencegah risiko stroke yang mengintai.