
Mahasiswa peserta program BBK (Bina Bersama Komunitas) 8 di Kecamatan Siliragung berhasil mengembangkan sebuah inovasi edukasi yang bertujuan untuk mencegah komplikasi akibat Diabetes Melitus. Inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap tingginya angka penderita diabetes di wilayah tersebut serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara mengelola penyakit ini secara efektif.
Program edukasi yang dirancang oleh para mahasiswa ini melibatkan berbagai metode interaktif, seperti penyuluhan langsung, demonstrasi penggunaan alat kesehatan sederhana, serta pembagian materi informasi yang mudah dipahami. Mereka juga mengadakan sesi tanya jawab untuk menjawab kebingungan warga seputar pola makan, aktivitas fisik, dan pengobatan yang tepat.
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, terutama para lansia yang rentan terkena diabetes. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan warga dapat lebih waspada terhadap gejala awal diabetes dan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan secara mandiri di rumah.
Inovasi mahasiswa BBK 8 Siliragung ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi dan komunitas dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ke depannya, program serupa diharapkan dapat diperluas ke daerah lain yang memiliki permasalahan kesehatan serupa.