
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari BPJS Kesehatan di Kota Madiun mencatatkan lonjakan peserta yang signifikan. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 112 ribu peserta terdaftar dalam program yang menyasar penderita penyakit kronis tersebut.
Mayoritas peserta Prolanis di Madiun berasal dari kelompok penderita hipertensi dan diabetes melitus. Kedua penyakit ini mendominasi data kepesertaan, menunjukkan tingginya prevalensi penyakit tidak menular di wilayah tersebut.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, melalui keterangan resminya, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membantu peserta dalam mengelola kondisi kesehatan mereka secara lebih baik. Dengan adanya Prolanis, diharapkan risiko komplikasi akibat penyakit kronis dapat diminimalkan.
“Prolanis memberikan edukasi, konsultasi medis, dan pemantauan rutin bagi penderita hipertensi dan diabetes. Tujuannya agar kualitas hidup peserta meningkat dan biaya pengobatan jangka panjang bisa terkendali,” ujarnya.
Data menunjukkan bahwa dari total 112 ribu peserta, sekitar 60 persen merupakan penderita hipertensi, sementara 40 persen lainnya adalah penderita diabetes. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat.
Pemerintah Kota Madiun pun terus menggencarkan program pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan dan kematian akibat hipertensi dan diabetes di masa mendatang.
Bagi peserta yang ingin bergabung dalam Prolanis, BPJS Kesehatan menyediakan layanan pendaftaran di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdekat. Program ini gratis bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan yang terdaftar sebagai peserta aktif.