
Seorang wanita asal Karawang bernama Dona harus menjalani hidup dengan kondisi gagal ginjal kronis stadium 5 sejak usianya menginjak 25 tahun. Penyakit ini memaksanya untuk menjalani prosedur CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis) sebanyak empat kali dalam sehari.
Awal Mula Terdeteksi Penyakit Ginjal
Dona mulai merasakan gejala-gejala aneh seperti mudah lelah, mual, dan bengkak di beberapa bagian tubuh. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, ia didiagnosis menderita gagal ginjal kronis yang sudah mencapai stadium 5.
Diagnosis ini tentu menjadi pukulan berat bagi Dona yang masih sangat muda. Namun, ia tidak mau menyerah dan memilih untuk menjalani pengobatan secara rutin.
Menjalani CAPD Sebagai Terapi Pengganti Ginjal
CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis adalah salah satu metode cuci darah yang dilakukan melalui selaput peritoneum di rongga perut. Prosedur ini memungkinkan pasien untuk melakukan dialisis sendiri di rumah tanpa harus pergi ke rumah sakit setiap hari.
Setiap hari, Dona harus melakukan CAPD sebanyak empat kali. Proses ini memakan waktu sekitar 30-40 menit setiap sesinya. Meskipun terasa berat, Dona menjalani semua ini dengan penuh semangat dan disiplin.
Dukungan Keluarga dan Semangat Hidup
Keluarga menjadi pilar utama yang membuat Dona tetap bertahan. Mereka selalu mendampingi dan memberikan dukungan moral selama proses pengobatan. Ibu Dona, misalnya, selalu membantu menyiapkan peralatan CAPD dan memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga.
Dona juga aktif berbagi pengalaman melalui media sosial. Ia ingin menginspirasi orang lain yang mungkin menghadapi kondisi serupa untuk tidak mudah menyerah. “Kita harus terus berjuang, karena hidup masih panjang,” ujarnya.
Pesan untuk Masyarakat
Dona berpesan agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan ginjal. Ia menyarankan untuk rutin memeriksakan tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal secara berkala. Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat juga menjadi kunci utama untuk mencegah penyakit ginjal.
Kisah perjuangan Dona menjadi pengingat bahwa penyakit ginjal bisa menyerang siapa saja, termasuk usia muda. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, kualitas hidup pasien gagal ginjal tetap bisa terjaga.