
Di kawasan SCBD, para peneliti dari Binus University memperkenalkan sebuah inovasi terbaru berupa alat yang mampu mendeteksi penyakit ginjal akut melalui napas pasien. Alat ini dirancang untuk memberikan diagnosis cepat dan non-invasif, sehingga dapat membantu tenaga medis dalam menangani kasus gagal ginjal akut secara lebih efektif.
Teknologi yang digunakan dalam alat ini memanfaatkan analisis senyawa kimia yang terkandung dalam hembusan napas. Dengan pendekatan ini, pasien tidak perlu menjalani prosedur pengambilan sampel darah atau tes laboratorium yang memakan waktu lama. Cukup dengan bernapas ke dalam alat, hasil deteksi dapat diperoleh dalam hitungan menit.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi keterbatasan akses terhadap alat diagnostik ginjal akut di berbagai fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil. Para peneliti Binus juga berencana untuk terus mengembangkan akurasi dan portabilitas alat ini agar dapat digunakan secara luas.
Pameran di SCBD menjadi ajang bagi para peneliti untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik dan mendapatkan masukan dari para ahli di bidang kesehatan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat realisasi alat ini ke tahap produksi massal.