Razia Warung Pangku di Gresik: Puluhan Pemilik dan Pramusaji Diperiksa, Dua Orang Terindikasi HIV dan Sifilis

Home blog Razia Warung Pangku di Gresik: Puluhan Pemilik dan Pramusaji Diperiksa, Dua Orang Terindikasi HIV dan Sifilis
Razia Warung Pangku di Gresik: Puluhan Pemilik dan Pramusaji Diperiksa, Dua Orang Terindikasi HIV dan Sifilis
Razia Warung Pangku di Gresik: Puluhan Pemilik dan Pramusaji Diperiksa, Dua Orang Terindikasi HIV dan Sifilis

Sebuah operasi penertiban yang menyasar warung pangku di wilayah Gresik berhasil menjaring puluhan pemilik dan pramusaji. Dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, dua orang di antaranya dinyatakan positif mengidap HIV dan sifilis.

Petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Kepolisian setempat menggelar razia di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat praktik warung pangku. Razia ini bertujuan untuk menertibkan usaha yang dinilai melanggar aturan dan berpotensi menyebarkan penyakit menular seksual.

Selama operasi, tim medis melakukan tes cepat (rapid test) terhadap para pramusaji dan pemilik warung. Hasilnya, dua orang menunjukkan reaksi positif terhadap HIV dan sifilis. Mereka segera dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, melalui keterangan resminya, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal seperti warung pangku, agar lebih sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit.

Operasi ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku usaha dan mengurangi praktik warung pangku yang meresahkan warga sekitar. Petugas mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan aktivitas serupa di lingkungan mereka.

Selain penindakan, pemerintah daerah juga akan menggandeng lembaga sosial untuk memberikan pendampingan dan rehabilitasi bagi mereka yang terindikasi mengidap penyakit menular, agar tidak menularkan kepada orang lain dan dapat menjalani pengobatan secara teratur.