
Sebuah laporan terbaru mengaitkan terapi gen untuk spinal muscular atrophy (SMA) yang dikembangkan oleh Novartis dengan dua kasus tumor yang muncul pada pasien. Temuan ini memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan jangka panjang dari pengobatan inovatif ini.
Terapi gen yang dimaksud, yang dikenal dengan nama Zolgensma, telah menjadi harapan bagi anak-anak yang menderita SMA, sebuah penyakit genetik langka yang melemahkan otot. Namun, data dari pengawasan pasca-pemasaran menunjukkan bahwa dua pasien yang menerima terapi ini kemudian didiagnosis menderita tumor.
Novartis menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kasus-kasus tersebut secara menyeluruh. Perusahaan menekankan bahwa hubungan sebab-akibat antara terapi gen dan perkembangan tumor belum dapat dipastikan. Faktor-faktor lain, termasuk kondisi medis yang sudah ada sebelumnya pada pasien, juga sedang dipertimbangkan.
Meskipun demikian, berita ini menjadi pengingat bahwa meskipun terapi gen menawarkan potensi penyembuhan yang revolusioner, pengawasan keamanan jangka panjang tetap sangat penting. Badan pengawas obat di berbagai negara diperkirakan akan meninjau temuan ini untuk menentukan langkah selanjutnya.