Mitos atau Fakta? Risiko Kematian Akibat Kebiasaan Meretakkan Leher

Home blog Mitos atau Fakta? Risiko Kematian Akibat Kebiasaan Meretakkan Leher
Mitos atau Fakta? Risiko Kematian Akibat Kebiasaan Meretakkan Leher
Mitos atau Fakta? Risiko Kematian Akibat Kebiasaan Meretakkan Leher

Mengapa Kebiasaan Mematahkan Leher Berbahaya?

Banyak orang memiliki kebiasaan meretakkan leher untuk melepaskan ketegangan atau merasa lebih rileks. Namun, praktik ini ternyata menyimpan risiko serius yang jarang disadari.

Hubungan Antara Manipulasi Leher dan Stroke

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gerakan memutar atau menekan leher secara tiba-tiba dapat menyebabkan cedera pada pembuluh darah di area tersebut. Kondisi ini, yang dikenal sebagai diseksi arteri vertebralis, berpotensi memicu pembentukan gumpalan darah. Jika gumpalan tersebut bergerak menuju otak, dapat menyebabkan stroke.

Risiko Kematian Akibat Tindakan Ini

Selain stroke, kasus yang lebih parah bahkan dapat berujung pada kematian. Hal ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat secara total atau jika terjadi perdarahan di dalam otak akibat robekan pembuluh darah.

Siapa yang Paling Berisiko?

  • Orang dengan riwayat tekanan darah tinggi
  • Individu yang memiliki kelainan pembuluh darah bawaan
  • Mereka yang sering melakukan manipulasi leher secara paksa atau dengan kekuatan berlebih

Kesimpulan

Meskipun terlihat sepele, kebiasaan meretakkan leher sebaiknya dihindari. Jika Anda merasakan ketegangan pada leher, lebih baik berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan yang aman dan tepat.