
Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, seorang Guru Besar dari Universitas Airlangga (UNAIR) menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi bedah robotik. Inovasi ini dirancang untuk memberikan terapi presisi bagi kanker yang menyerang perempuan.
Integrasi AI dan robotik bedah diharapkan mampu meningkatkan akurasi diagnosis dan pengobatan. Dengan pendekatan ini, dokter dapat merencanakan dan melaksanakan operasi dengan lebih tepat, sehingga meminimalkan risiko dan mempercepat pemulihan pasien.
Langkah ini sejalan dengan target Indonesia Emas 2045 yang menekankan pada kemajuan teknologi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi antar disiplin ilmu, UNAIR berkomitmen untuk terus berinovasi dalam bidang kesehatan, khususnya penanganan kanker pada perempuan.