Stroke Akibat Teknik Pijat dan Peregangan Leher yang Salah

Home blog Stroke Akibat Teknik Pijat dan Peregangan Leher yang Salah
Stroke Akibat Teknik Pijat dan Peregangan Leher yang Salah
Stroke Akibat Teknik Pijat dan Peregangan Leher yang Salah

Praktik pijat dan peregangan leher yang tidak tepat ternyata bisa memicu stroke. Hal ini perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang sering melakukan peregangan leher secara mandiri tanpa panduan yang benar.

Mengapa Pijat Leher Bisa Berbahaya?

Leher merupakan area yang sangat sensitif karena terdapat pembuluh darah utama yang menuju ke otak. Jika pijatan atau peregangan dilakukan dengan teknik yang salah, tekanan berlebih dapat merusak dinding pembuluh darah arteri. Akibatnya, bisa terbentuk gumpalan darah yang kemudian menyumbat aliran darah ke otak, menyebabkan stroke.

Risiko pada Arteri Karotis dan Vertebralis

Dua pembuluh darah utama di leher, yaitu arteri karotis dan arteri vertebralis, sangat rentan terhadap cedera akibat gerakan memutar atau tekanan kuat. Peregangan leher yang terlalu ekstrem, misalnya saat memijat sendiri atau meminta orang lain memijat dengan kuat, dapat menyebabkan robekan kecil pada lapisan dalam arteri. Kondisi ini disebut diseksi arteri servikal, yang merupakan salah satu penyebab stroke pada usia muda.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Jika setelah pijat atau peregangan leher Anda mengalami sakit kepala hebat yang tiba-tiba, pusing berputar, penglihatan kabur atau ganda, kesulitan berbicara, atau kelemahan pada satu sisi tubuh, segera cari pertolongan medis. Gejala-gejala tersebut bisa menandakan adanya gangguan aliran darah ke otak.

  • Sakit kepala mendadak dan parah
  • Pusing atau vertigo
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Kesulitan berbicara atau memahami ucapan
  • Kelemahan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki, terutama di satu sisi tubuh

Tips Aman Melakukan Pijat dan Peregangan Leher

Untuk menghindari risiko stroke, sebaiknya lakukan pijat dan peregangan leher dengan hati-hati. Gunakan tekanan ringan hingga sedang, hindari gerakan memutar yang ekstrem, dan jangan memijat langsung pada area arteri di sisi leher. Jika ingin melakukan peregangan, lakukan dengan perlahan dan jangan memaksakan gerakan. Lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi dengan terapis profesional atau fisioterapis yang berpengalaman.

Ingat, kesehatan leher tidak boleh dianggap remeh. Teknik yang salah bisa berakibat fatal. Jika Anda merasakan nyeri leher yang berkepanjangan atau sering sakit kepala setelah pijat, segera periksakan diri ke dokter.