
Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan kanker serviks dengan menyediakan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Layanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot, tetapi juga melibatkan anggota keluarga mereka.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa vaksinasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sasaran utama program ini adalah perempuan berusia 9 hingga 45 tahun, karena HPV menjadi faktor risiko utama penyebab kanker leher rahim.
Untuk memudahkan akses, pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan. Calon peserta cukup mengisi formulir elektronik dengan data diri dan memilih jadwal vaksinasi yang tersedia. Proses ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan memastikan distribusi vaksin berjalan lancar.
Vaksinasi HPV sendiri diberikan dalam dua dosis dengan jarak waktu tertentu. Dosis pertama akan diberikan pada hari yang telah ditentukan, sedangkan dosis kedua akan dijadwalkan enam bulan kemudian. Pemkot menjamin ketersediaan vaksin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan peserta yang mendaftar.
Program ini mendapat sambutan positif dari kalangan ASN. Banyak yang menganggapnya sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Selain itu, vaksinasi gratis ini juga dinilai meringankan beban ekonomi keluarga karena biaya vaksin HPV di fasilitas kesehatan swasta cukup mahal.
Pemkot Surabaya berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menekan angka kejadian kanker serviks di Indonesia. Dengan cakupan vaksinasi yang luas, diharapkan generasi mendatang dapat terhindar dari penyakit mematikan ini.