
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berupaya memperkuat program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) guna mencegah kanker serviks sejak dini. Langkah ini diambil untuk menekan angka kejadian kanker leher rahim yang masih tinggi di Indonesia.
Langkah Konkret Kemenkes
Dalam upaya tersebut, Kemenkes memperluas sasaran imunisasi HPV tidak hanya pada anak perempuan, tetapi juga pada kelompok usia tertentu. Program ini akan diintegrasikan ke dalam kegiatan imunisasi rutin di sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan.
Sasaran dan Target
Sasaran utama imunisasi HPV adalah anak perempuan usia 11-12 tahun. Namun, pemerintah juga menargetkan anak perempuan usia 9-14 tahun yang belum mendapatkan imunisasi. Target ini diharapkan dapat melindungi mereka dari infeksi HPV penyebab kanker serviks sebelum mereka aktif secara seksual.
- Imunisasi diberikan sebanyak dua dosis dengan jarak 6-12 bulan.
- Vaksin HPV terbukti aman dan efektif mencegah infeksi virus HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan 70% kasus kanker serviks.
- Kemenkes menargetkan cakupan imunisasi HPV mencapai 90% pada tahun 2025.
Manfaat Imunisasi HPV
Imunisasi HPV tidak hanya mencegah kanker serviks, tetapi juga melindungi dari penyakit lain yang disebabkan oleh virus HPV, seperti kutil kelamin dan kanker anus. Dengan cakupan imunisasi yang luas, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat menurun signifikan.
Kemenkes mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua, guru, dan tenaga kesehatan, untuk mendukung program ini. Edukasi mengenai pentingnya imunisasi HPV terus digencarkan melalui berbagai media dan kegiatan sosialisasi.