
Penyakit ginjal kronis (PGK) pada anak bukan hanya sekadar gangguan fungsi ginjal, tetapi juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan serius lainnya. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam tumbuh kembang si kecil.
Berikut adalah lima komplikasi utama yang perlu diwaspadai orangtua:
1. Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Ginjal yang tidak berfungsi optimal dapat mengganggu produksi hormon pertumbuhan dan metabolisme nutrisi. Akibatnya, anak dengan PGK sering mengalami hambatan pertumbuhan fisik, termasuk tinggi dan berat badan yang tidak sesuai usia. Selain itu, perkembangan kognitif dan motorik juga bisa terhambat.
2. Anemia (Kurang Darah)
Ginjal berperan penting dalam memproduksi eritropoietin, hormon yang merangsang pembuatan sel darah merah. Pada PGK, produksi hormon ini menurun, menyebabkan anemia. Anak akan mudah lelah, pucat, dan kurang bersemangat. Kondisi ini juga bisa memperburuk fungsi jantung.
3. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Ginjal yang rusak tidak mampu mengatur kadar air dan mineral seperti natrium, kalium, dan kalsium dalam tubuh. Akibatnya, anak bisa mengalami dehidrasi atau kelebihan cairan (edema), serta gangguan irama jantung akibat ketidakseimbangan elektrolit. Kondisi ini memerlukan pemantauan ketat.
4. Penyakit Tulang (Renal Osteodystrophy)
PGK mengganggu metabolisme vitamin D dan kalsium, sehingga tulang anak menjadi lemah, rapuh, dan mudah patah. Anak mungkin mengeluh nyeri tulang, mengalami deformitas (kelainan bentuk tulang), atau pertumbuhan tulang yang tidak normal. Kondisi ini disebut osteodistrofi ginjal.
5. Masalah Kardiovaskular
Komplikasi paling serius adalah gangguan jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering terjadi pada anak dengan PGK. Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan jantung, stroke, dan memperburuk fungsi ginjal. Risiko penyakit jantung koroner juga meningkat.
Penting bagi orangtua untuk rutin memeriksakan kondisi anak ke dokter spesialis anak dan ginjal. Penanganan dini dan terapi yang tepat dapat memperlambat perkembangan penyakit dan mengurangi risiko komplikasi di atas.