
Seorang petani lanjut usia di Vietnam harus menjalani hidup yang penuh perjuangan. Di usianya yang tak lagi muda, ia harus merawat dua anggota keluarganya yang sama-sama mengidap kanker, yaitu sang istri dan cucu tercinta.
Beban hidup semakin terasa berat ketika malam tiba. Pukul dua pagi seringkali menjadi saksi bisu perjuangannya. Di saat orang lain terlelap, ia masih terjaga untuk memberikan perawatan dan menemani istri serta cucunya yang sedang berjuang melawan penyakit ganas tersebut.
Kondisi ini menggambarkan betapa sulitnya akses dan biaya pengobatan kanker di Vietnam, terutama bagi masyarakat pedesaan yang hidup dalam keterbatasan. Kisah petani tua ini menjadi cermin nyata dari perjuangan melawan kanker yang tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga finansial dan mental.
Semoga ada uluran tangan dari berbagai pihak untuk meringankan beban keluarga ini. Dukungan dan perhatian dari masyarakat sangat diharapkan agar mereka tidak merasa berjuang sendirian.