
Banyak orang tua yang khawatir saat anak mengeluh nyeri pada kaki atau lengan, terutama di malam hari. Namun, tidak semua nyeri yang dirasakan anak merupakan tanda penyakit serius. Dokter spesialis anak menjelaskan bahwa nyeri pertumbuhan adalah kondisi yang umum terjadi dan berbeda dengan nyeri yang disebabkan oleh kanker tulang.
Apa Itu Nyeri Pertumbuhan?
Nyeri pertumbuhan adalah rasa sakit yang dialami anak-anak, biasanya pada usia 3 hingga 12 tahun. Rasa sakit ini sering muncul di malam hari dan dapat mengganggu tidur anak. Meski demikian, nyeri ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.
Perbedaan dengan Nyeri Kanker Tulang
Dokter menekankan pentingnya membedakan nyeri pertumbuhan dengan nyeri yang disebabkan oleh kanker tulang. Nyeri akibat kanker tulang biasanya bersifat persisten, tidak hilang dengan istirahat, dan sering disertai gejala lain seperti demam, penurunan berat badan, atau pembengkakan pada area yang sakit. Selain itu, nyeri kanker tulang cenderung memburuk seiring waktu dan tidak merespons terhadap obat pereda nyeri biasa.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
- Nyeri yang terus-menerus dan tidak kunjung reda
- Pembengkakan atau kemerahan di area yang sakit
- Demam tanpa sebab yang jelas
- Penurunan nafsu makan atau berat badan
- Anak tampak lemas atau mudah lelah
Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, jika nyeri hanya terjadi sesekali, terutama di malam hari, dan anak tetap aktif serta sehat di siang hari, kemungkinan besar itu adalah nyeri pertumbuhan yang normal.
Penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan tidak panik. Dengan pemahaman yang benar, Anda dapat membedakan mana yang perlu dikhawatirkan dan mana yang merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak.