
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kudus tengah menyusun rekomendasi kebijakan pencegahan diabetes pada anak. Langkah ini didasarkan pada hasil riset lokal yang dilakukan di wilayah tersebut.
Ketua IDI Kudus, dr. Andreas, mengungkapkan bahwa angka kasus diabetes pada anak di Kudus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini mendorong pihaknya untuk mengambil tindakan nyata melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah dari data daerah setempat.
Rekomendasi yang akan diajukan mencakup edukasi dini mengenai pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik di sekolah, serta skrining rutin untuk anak-anak yang berisiko tinggi. IDI juga berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami tidak ingin hanya mengandalkan pendekatan nasional. Dengan riset lokal, kami bisa memahami karakteristik dan faktor risiko spesifik anak-anak di Kudus,” ujar dr. Andreas dalam sebuah pertemuan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kejadian diabetes pada anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat sejak usia dini. IDI juga akan terus memantau perkembangan kasus dan melakukan evaluasi terhadap rekomendasi yang telah diterapkan.