
Polusi asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak pada sistem pernapasan. Lebih dari itu, paparan asap ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius lainnya yang perlu diwaspadai.
Partikel halus yang terkandung dalam asap karhutla mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan peradangan di berbagai organ tubuh, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, serta memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.
Selain itu, dampak psikologis juga tidak boleh diabaikan. Kabut asap yang pekat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menimbulkan stres, dan kecemasan pada masyarakat yang terdampak. Oleh karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif untuk melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.